Sejarah

Sejarah Singkat berdirinya Izzatuna

Pergeseran akhlak dalam pergaulan generasi muda saat ini membuat orang tua menjadi sangat cemas terhadap perkembangan putra-putrinya. Maka dari itu, mereka perlu mempersiapkan anak-anak mereka dengan pendidikan yang berintegrasi antara intelektual, emosional & spiritual dalam mewujudkan generasi yang berakhlaklaqul karimah.

Sekolah Islam Terpadu Izzatuna adalah sebuah sekolah yang memadukan antara Kurikulum Pendidikan Nasional (DIKNAS) dan Departemen Agama (DEPAG) yang dihiasi dengan ilmu-ilmu Qur’aniyah dan Kauniyah, sehingga dapat mewujudkan muslim dan muslimah yang utuh dan berkualitas.

Yayasan Pendidikan dan Dakwah Islam Terpadu Izzatuna telah berdiri sejak tahun 2005 yang terletak di Jalan Tanjung Api-api + 1,5 km dari Simpang Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin II Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Di Yayasan ini terdapat Sekolah Islam Terpadu Izzatuna dengan jenjang pendidikan TK, SD dan SMP Islam Terpadu, yang keberadaannya diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan SDM yang berkualitas menuju masyarakat Sumsel yang sejahtera zhohir dan bathin.

Diawali pertemuan pada tahun 2003-2004 antara ustadz Solihin Hasibuan dengan Bapak Isnu Baladipa, SH dalam perjalanan ke kayu agung pada acara syukuran keberangkatan haji bapak Nur Marzuki yang menjabat sebagai kepala BPN Sumsel pada saat itu.

Dalam perjalanan tersebut, antara keduanya terjadi perbincangan serius tentang ketidak berdayaan Pendidikan Islam dan banyaknya sekolah-sekolah kafir atau non muslim yang menjadi alternatif bagi umat Islam dan hal ini sangat disayangkan terutama bagi perkembangan dan kemajuan Islam.

Akhirnya mereka berdua bersepakat untuk mendirikan sebuah sekolah Islam diatas tanah kosong yang ada di jalan tanjung Api-api Kampung Bersama Kecamatan Talang Kelapa.

Sehingga setelah pertemuan tersebut, mereka berdua sepakat untuk bertemu di lokasi tersebut dan setelah melihat, mereka sepakat untuk saling mengenal dan mempelajari diri secara mendalam. Setelah saling mengenal secara dzahir dan bathin barulah mereka mngikat diri dengan membuat perjanjian untuk sama-sama berjuang mendirikan sebuah yayasan yang mereka beri nama IZZATUNA yang berarti adalah “Kemuliaan kita atau Martabat kita” dengan logo menara Masjid Nabawi diatas globe (bumi) yang bermakna “Yayasan ini dapat menjadi mercu suar atau cahaya bagi penghuni bumi” dengan pendidikan yang bernilai atau berstandar internasional.

Pada tahun 2004 peresmian Yayasan dengan peletakkan batu pertama oleh Gubernur Sumatera Selatan Bapak Ir. Syahrial Oesman, MM dan walikota Palembang Bapak Edy Santana Putra, MM dengan undangan para ulama’ dan umara’ serta masyarakat sekitar yang berjumlah 400 orang.

Pada tahun 2005-2006, dengan bermodalkan tiga buah saung maka TK dan SD Alam Izzatuna dengan jumlah siswa 16 orang, yang dipimpin oleh Bapak Yusron Masduki merupakan direktur Sekolah Alam Izzatuna dengan tenaga pendidik 6 orang, dimulailah pendidikan di Izzatuna.

Pembelajaran ini masih terseok-seok disekolah karena sarana yang masih sangat terbatas. Kampus yang masih dalam kondisi becek dan jalan tanjung api-api yang masih lumpur serta visi dan misi sekolah yang belum jelas dan matang.

Akhirnya pada tahun pembelajaran 2006-2007 sampai dengan tahun pembelajaran 2007-2008 maka sekolah Alam Izzatuna menjadi TKIT dan SDIT Izzatuna dengan mengambil konsultan Sekolah JSIT Sumsel bapak Riduan Ya’kub, dan dikarenakan Bapak Riduan Ya’kub mendirikan sebuah Sekolah Islam Terpadu Auladi di Plaju maka beliau mengirim wakilnya untuk memimpin menjadi wakil direktur Bapak Pepen Ali, SH. Semenjak itu terjadi sedikit perubahan dengan sarana dan lahan gedung, dan SDM guru yang agak memadai dengan jumlah siswa 57 orang.

Pada bulan Maret 2008 Allah mempertemukan ustadz Solihin Hasibuan dengan seorang pendidik yang merupakan Konsultan Sekolah Internasional sekaligus trainer Spiritual Motivation Training Bapak Dr. Riduan M. Yusuf.Pertemuan tersebut tidak disia-siakan oleh beliau yang langsung membuat janji dan kesepakatan untuk mengangkat ustadz Solihin menjadi direktur Spiritual Motivation Sumsel dan sebagai konsultan ISO 9000-2000 di Sumsel, dan sepakat untuk menjadikan Ma’had Izzatuna sebagai sebuah wadah Pilot Proyek Sekolah dasar Internasional di Sumsel.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top